ALKITAB & ALQURAN TENTANG RUMAH ALLAH DAN ARAH KIBLAT

   
I. RUMAH ALLAH

Rumah Allah (bait Allah) diceritakan dalam Alkitab dan Alquran. Yang akan dijelaskan di sini adalah bangunan yang disebut rumah Allah, bukan bangunan tempat beribadat kepada Allah seperti masjid, gereja, kuil, dan lain-lain. 

Secara mengagumkan, Alkitab dan Alquran memilki kesamaan konsep tentang rumah Allah, khususnya berkenaan dengan materi pembentuk rumah Allah yaitu batu. Dalam Alkitab diceritakan Yakub mendirikan sebuah Tugu dari batu di kota Betel (Lus) sebagai rumah Allah:

Kitab Kejadian:
28:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 
28:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. 
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. 
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi Rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Allah pun menerima persembahan Yakub tersebut seraya berfirman kepadanya: 

Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu." (Kejadian 31:13)

Sementara itu dalam Alquran, Abraham (Ibrahim) bersama anaknya, Ismail, dikisahkan memugar rumah Allah yang terbuat dari batu yang dkenal dengan sebutan Ka'bah:

Kitab Alquran:
2:124 Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".
2:125 Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".
2:126 Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
2:127 Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar rumah Allah (Ka'bah) bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada (amalan) kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
2:128 Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
2:129 Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. 

Ka'bah, bukanlah didirikan pertama kali oleh Abraham bersama Ismail, melainkan mereka hanya merenovasi dan membersihkan saja. Ka'bah sudah ada sebelum kedatangan Abraham ke Baka (Mekah). Hal ini berdasarkan keterangan Alquran berikut ini ketika Abraham akan meninggalkan Hagar dan Ismail di suatu lembah di kota Mekah, ia berdoa:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Ka'bah) yang dihormati, ya Tuhan kami agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Alquran 14:37)

Demikian pula keterangan Alquran yang lain:

Kitab Alquran:
3:96 Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah rumah Allah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
3:97 Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Informasi tentang "rumah Allah yang di Baka" menurut Alquran di atas, ternyata diperkuat oleh kesaksian Alkitab berikut ini:

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. (Mazmur 84:4-6)

Catatan:

- Lembah Baka yang dimaksud pada Mazmur 84:4-6 bukanlah lembah Beka di Lebanon, hal ini oleh karena : (1) di lembah ini tidak ada Rumah Allah yang dirindukan Daud, (2) di lembah ini tidak ada orang-orang yang memuji-muji Allah terus-menerus, (3) tidak ada manusia-manusia saleh yang berhasrat berziarah ke lembah ini, dan (4) tanpa ada orang yang mengelolanya, lembah ini sudah subur.

- Lembah Baka yang diaksud pada Mazmur 84:4-6 adalah Mekah, hal ini oleh karena : (1) di lembah ini terdapat Rumah Allah yaitu Ka'bah, (2) di lembah ini orang-orang memuji-muji Allah terus-menerus, (3) setiap manusia saleh berhasrat berziarah ke lembah ini untuk beribadah haji/umroh, dan (4) lembah ini pada awalnya lembah tandus yang tidak memiliki tanam-tanaman, setelah ditempati Ismail memiliki mata air/sumur zam-zam yang diberkati sehingga tidak pernah kering.

Kesimpulan:

Rumah Allah dalam Alkitab dan Alquran adalah bangunan sederhana yang terbuat dari batu, yaitu Tugu di Betel dan Ka'bah di Mekah.


II. ARAH KIBLAT

Dalam Alkitab sangat jelas tertulis bahwa beribadah (sembahyang) itu harus menghadap kiblat, yaitu sujud dan berlutut menghadap ke arah rumah Allah (bait Allah):

Kitab Ezra:
10:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Kitab Mazmur: 
5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Ktab Yehezkiel:
44:4 Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Kitab Daniel:
6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Dari ayat-ayat Alkitab di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Beribadah itu dengan menghadap ke kiblat (rumah Allah),
2. Beribadah itu dengan sujud,
3. Selain sujud, beribadat juga dengan berlutut (seperti duduk diantara dua sujud ketika shalat), 
4. Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari.
5. Setelah sembahyang lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir).

Tata cara ibadah menurut ayat-ayat Alkitab di atas sejalan dengan tata cara ibadah dalam Alquran, yaitu shalat.

Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Alquran berikut ini:

Kitab Alquran:
3:96 Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah rumah Allah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. 
2:144 Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah). Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
2: 148 Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepada-Nya. Maka berlomba-lombalah dlm kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Beribadah dengan menghadap kiblat (rumah Allah) tidak berarti menyembah rumah Allah (bangunan batu), tetapi hanya sebagai arah kiblat saja supaya teratur, yang disembah adalah Allah. Dalam hal ini Allah berfirman:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Alquran 2:177)

Maksud ayat di atas adalah meskipun arah kiblat tiap-tiap umat berbeda-beda, hal ini tidak menjadi persoalan, yang penting substansinya yaitu beriman dan taat pada segala aturan Allah.

Kesimpulan:

Menurut Alkitab dan Alquran, beribadah kepada Allah itu harus menghadap ke arah kiblat (rumah Allah) yang sudah ditentukan oleh-Nya. [End]