Silahkan tonton kelima video kesaksian di atas, harap cermati kesaksiannya, mana yang bersifat ilusi dan mana yang logis.
"Yesus baru benar-benar menjadi Tuhan setelah 300 tahun lebih dari kematiannya. Melalui sebuah konsili pada tahun 325 M yang dikenal dengan nama Konsili Nicea, Yesus secara resmi dilantik/disahkan menjadi Tuhan di bawah pimpinan sidang Kaisar Romawi, Konstantinus Agung." (Hj. Irene Handono)
 
Alquran Surat Adz-Dzaariyaat Ayat 55
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."
Terima kasih telah men-download ebook kami, jangan lupa "like" dan tinggalkan comment di bawah ini.
 
Artikel Ebook No. 185

YESUS, KYRIOS, THEOS, ADONAI, YAHWEH, DAN ELOHIM

Pada bagian ini kami sampaikan kaidah/rumus pembuatan Alkitab Terjemahan Baru 1974 (Alkitab) yang dilakukan oleh para penerjemah dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) khususnya yang berkaitan dengan nama-nama Tuhan dalam bahasa Ibrani dan Yunani Ketika menerjemahkan nama-nama Tuhan dalam Perjanjian Lama berbahasa Ibrani ke dalam Alkitab, kaidah/rumus yang dipakai oleh LAI meniru kaidah/rumus yang dipakai oleh King James Version Bible 1611 (KJV), yaitu:


1. El/Eloah/Elohim diterjemahkan sebagai Allah/God (huruf besar hanya inisial), contoh:


Pada mulanya Allah (Elohim) menciptakan langit dan bumi. (Kejadan 1:1)

mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah (Eloah),.... (Ulangan 32:17)

Allahku (El), Allahku (El), mengapa Engkau meninggalkan aku?.... (Mazmur 22:2) 


2. Yahweh diterjemahkan sebagai TUHAN/LORD (semua huruf besar), contoh:


....itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN (Yahweh)." (Kejadian 4:1)         


3. Adonai diterjemahkan sebagai Tuhan/Lord (huruf besar hanya inisial), contoh:


 ....menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan (Adonai),.... (Kejadian 18:27)


4. Adonai Yahweh diterjemahkan sebagai Tuhan ALLAH/Lord GOD (ALLAH/GOD, semua huruf besar), contoh:


Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH (Adonai Yahweh), dari manakah aku tahu, bahwa aku akan.... (Kejadian 15:8)


5. Yahweh Elohim diterjemahkan sebagai TUHAN Allah/LORD God (TUHAN/LORD, semua huruf besar), contoh:


....pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah (Yahweh Elohim) menjadikan bumi dan langit, (Kejadian 2:4)


Khusus untuk butir nomor 4, perlu dijelaskan mengapa "Adonai Yahweh" diterjemahkan sebagai "Tuhan ALLAH", hal ini oleh karena LAI menghindari pengulangan kata "Tuhan", sehingga ia tidak diterjemahkan sebagai "Tuhan TUHAN" melainkan "Tuhan ALLAH" (maksa banget). Sebenarnya, terjemahan yang tepat untuk "Adonai Yahweh" adalah "Tuan Yahweh" bukan "Tuhan ALLAH". Dan untuk butir nomor 1, dari ketiga nama Tuhan: El, Eloah, dan Elohim, pemakaian nama yang paling banyak dalam Perjanjian Lama berbahasa Ibrani adalah Elohim. Kata "Elohim" merupakan bentuk jamak dari kata "Eloah" atau "Eloha" yang.... Selengkapnya download di sini.

Artikel Ebook No. 186

YANG MANA LEBIH AKURAT, YESUS ATAU 'ISA?

Kata "Yesus" (Alkitab) merupakan terjemahan dari kata Yunani "Iesous". Orang-orang Yahudi berbahasa Yunani pada abad ke-3 SM, sebelum Yesus lahir, membuat Septuaginta (artinya 70 atau LXX). Septuaginta adalah Perjanjian Lama berbahasa Yunani yang merupakan hasil terjemahan dari Perjanjian Lama berbahasa Ibrani dan sebagian kecil Aram. Mereka menerjemahkan setiap kata/nama "Yehoshua" dalam Perjanjian Lama berbahasa Ibrani menjadi "Iesous" ke dalam Septuaginta. Hingga Perjanjian Baru yang seluruhnya berbahasa Yunani selesai dibuat setelah masa Yesus, nama "Iesous" pun dipakai sebagai nama tokoh yang disalib dan dijadikan sebagai aktor utama dalam kitab-kitab Perjanjian Baru tersebut khususnya dalam kitab-kitab injil kanonik. Karenanya, tidak mengherankan jika orang-orang Kristen percaya bahwa nama "Yesus" berasal dari nama Ibrani "Yehoshua" (Yeshua dalam bahasa Aram, Yasu'a dalam bahasa Arab, Joshua dalam bahasa Inggris, Yosua dalam bahasa Indonesia) yang berarti "Tuhan menyelamatkan".


Sedangkan kata "Isa" merupakan logat Indonesia untuk pengucapan kata Arab "'Isa" (Alquran). Kata "'Isa" sendiri berasal dari kata Aram "Eesho" atau "Isho" (Eashoa' dalam bahasa Inggris) yang berarti "pemberi kehidupan" (the life giver). Aram adalah bahasa sehari-hari yang dipakai oleh Nabi 'Isa as. Pada waktu itu, bahasa Ibrani hanya dipakai oleh kalangan terbatas di lingkungan elit atau agamawan Yahudi saja, sedangkan rakyat jelata memakai bahasa Aram sebagai bahasa ibu mereka. Karenanya, Nabi 'Isa as dalam menyebarkan ajarannya di tengah umat Israel menggunakan bahasa Aram. Baik bahasa Ibrani maupun Aram berhubungan erat dengan bahasa Arab, karena ketiga bahasa ini sama-sama menjadi bagian dari rumpun bahasa Semit.


Jadi, yang manakah lebih akurat namanya, Yesus/Iesous (Yunani) ataukah 'Isa/Isho (Aram)?


Dari uraian singkat di atas, tentulah nama yang lebih akurat adalah "'Isa" (Alquran) karena merujuk pada bahasa asli Nabi 'Isa as, yaitu bahasa Aram. Sedangkan nama "Yesus" (Alkitab) merujuk pada bahasa Yunani yang notabene bukan merupakan bahasa sehari-hari Nabi 'Isa as dan umatnya. Saya khawatir, umat Kristen salah sasaran, bukannya menuhankan Nabi 'Isa as, tetapi malah menuhankan Yosua, nama yang tidak pernah dikenal oleh umat Nabi 'Isa as sebagai nama guru/nabinya.


Silahkan dengarkan penyebutan nama asli Yesus "Isho" dalam bahasa Aram (tunggu sampai terdengar): http://www.v-a.com/bible/aramaic-jesus.html


Atau dengarkan yang lebih lengkap bacaan Injil Markus dalam bahasa Aram, perhatikan pengucapan kata Inggris "Eashoa'": http://www.v-a.com/bible/mark_chapter_1_aramaic_audio.html


Namun demikian, Alquran tidak mempermasalahkan nama-nama tersebut, apakah orang itu bernama 'Isa, Eesho, Yesus, Yosua, atau lainnya. Yang dipermasalahkan Alquran adalah tentang ketuhanannya. Karena itu, ketika mengkafirkan orang-orang yang menuhankannya, Alquran tidak.... Selengkapnya download di sini.

 

Kutipan Ebook 1

YESUS, TUHAN BUATAN LAI

Sebagaimana diketahui, kata "Tuan" digunakan untuk manusia, terkecuali "Tuan Semesta Alam" atau "Tuan Jahweh" adalah Tuhan. Tetapi kata "Tuhan" sudah jelas tidak digunakan untuk manusia, terkecuali bagi para penyembah berhala. Inilah kepalsuan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).


Perhatikanlah kejanggalan terjemahan LAI atas kata "Kyrios" (Yunani) dan "Lord" (Inggris) yang diterjemahkan sebagai "Tuhan" dalam Alkitab Terjemahan Baru 1974 berikut ini:

Yohanes 4:11 Kata perempuan (Samaria) itu kepadanya (Yesus): "Tuhan, engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah engkau memperoleh air hidup itu?"

Coba bayangkan, untuk apa timba bagi Tuhan? Yang perlu timba hanyalah manusia! Selanjutnya, dari mana perempuan Samaria tahu bahwa yang perlu timba di hadapannya adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta? Sungguh aneh, untuk "memberi makan 5.000 orang" Tuhan mampu, sementara untuk memperoleh seteguk air saja, Tuhan harus menunggu diberi timba.

Kutipan Ebook 2


PENGUSIRAN HAGAR DAN ISMAIL


Kemustahilan catatan Kitab Kejadian 21:14-21 mengenai Ismail yang berusia 16 tahun pada saat itu, tetapi diperlakukan oleh Hagar, ibunya, seperti bayi yang baru dilahirkan selama pengembaraan mereka di padang gurun Bersyeba sejauh ratusan kilo meter menuju padang gurun Paran. Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:


(1) Menaruh Ismail beserta roti dan sekirbat air di atas bahunya,

(2) Membuang Ismail ke bawah semak-semak,

(3) Mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat-erat Ismail,

(4) Memberi minum Ismail,

(5) Tidak ada komunikasi sama sekali dengan Ismail.


Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Jika harus dipahami secara logika, kisah tersebut tidak lebih dari sebuah kemustahilan yang tidak pantas tercatat dalam sebuah kitab suci.

 

Kutipan Ebook 3


KEBOHONGAN BESAR PAULUS


Beberapa pokok ajaran Paulus antara lain: (1) Yesus adalah Tuhan, (2) Sunat tidak penting, (3) Salib menebus dosa, (4) Segala sesuatu halal, (5) Hukum Taurat tidak berlaku, (6) Mengaku rasul yang diutus oleh Tuhan Yesus, dan (7) Menganjurkan bernyanyi dan bersorak-sorak.


Ajaran Paulus di atas sangat bertentangan dengan firman-firman Tuhan dalam Perjanjian Lama serta misi dan tugas kerasulan Yesus, sebagaimana pernyataan Yesus berikut ini:

Matius 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang (tersesat) dari umat Israel." (Misi Kerasulan Yesus)

Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (menyempurnakannya)." (Tugas Kerasulan Yesus)

Kutipan Ebook 4


KISAH PENGORBANAN ABRAHAM


Kisah tersebut dalam Alkitab diceritakan pada Kejadian 22:1-19. Konon, Allah menguji iman Abraham dengan menyuruhnya agar menyembelih anaknya sebagai korban bakaran. Ditegaskan bahwa anak yang akan dikorbankan Abraham tersebut adalah satu-satunya anak (anak tunggal) yang dimiliki di usia tuanya. Tercatat tiga kali Alkitab menekankan bahwa anak yang akan disembelih adalah satu-satunya anak yang dimiliki Abraham ketika itu. Namun aneh bin ajaib, satu-satunya anak yang dimiliki Abraham tersebut dikatakan Alkitab bernama Ishak:


Kejadian 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak,..."


Yang pernah menjadi satu-satunya anak Abraham adalah Ismail. Sedangkan Ishak adalah adik Ismail. Apapun argumentasi yang disampaikan umat Kristen tidak akan bisa menutupi rekayasa Alkitab ini.